Nelayan Didorong Berani Tembus Pasar Mancanegara

Radargunungkidul.com – Produktivitas nelayan Pantai Selatan Gunungkidul perlu digenjot agar bisa berkontribusi di pasar ekspor. Hal itu dikatakan oleh Pembina Pengkesport Ikan DIJ, Wahyu Purwanto.

Tahap awal pihaknya siap menjembatani pasar ekspor ikan layur ke Tiongkok. Jika memang nanti sukses, berlanjut ke jenis ikan lain seperti tuna, tongkol, kakap dan lainnya.

“Kami mendorong nelayan agar berani menembus pasar mancanegara,” kata Wahyu Purwanto ditemui di Pantai Sadeng Kamis (22/8).

Lebih jauh Pembina Alumni Fakultas Pertanian UGM itu mengatakan, tingginya potensi hasil laut di Gunungkidul diharapkan bisa dioptimalkan. Paling penting, kualitas hasil tangkapan harus dijaga, salah satunya melalui rumah pendinginan atau Cold Storage.

Sementara itu, Divisi Cold Storage Inka Projomino Pelabuhan Sadeng, Girisubo, Fakhrudin Alrosy mengatakan, selama ini hasil tangkapan ikan langsung dijual sehingga saat panen harga cenderung jatuh. Kemudian dari kualitas juga tidak bisa bertahan lama.

“Oleh sebab itu saat ini nelayan bisa memanfaatkan teknologi di cold storage atau rumah pendinginan Inka Projomino di kawasan Pelabuhan Sadeng,” kata Fakhrudin Alrosy

Dengan tekhnologi tersebut kualitas ikan dapat terjaga karena tidak buru-buru dijual untuk mengantisipasi anjloknya harga. Cara kerja alat tersebut membekukan ikan tangkapan dari nelayan.

“Rumah pendinginan ini baru selesai dibangun akhir April lalu. Sekarang mulai dioperasionalkan,” ujarnya.

Meski peralatan pendukung belum lengkap namun sudah ada proses produksi, salah satunya pembuatan pindang yang dijual di pasar tradisional. Kapasitas rumah pendinginan mampu memproduksi hingga lima ton sehari.

“Tahap awal pengoperasian baru mencapai 800-900 kilogram. Kami juga sedang kerja sama dengan kelompok nelayan untuk menyediakan ikan layur dengan kapasitas lima ton per hari,” ujarnya. (eka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here