Ojo Njagake Bantuan Pemerintah Terus, Lur …

Radargunungkidul.com–Dari tahun ke tahun jumlah warga miskin di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami penurunan. Penurunan angka kemiskinan ini juga diikuti pula dengan menurunnya jumlah masyarakat penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Dikatakan Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul Eka Sri Wardani, ada dua faktor yang menyebabkan turunnya jumlah penerima PKH di Gunungkidul. Yang pertama yaitu secara mandiri mereka mengundurkan diri dan yang kedua adalah telah dilakukan pemberhentian oleh Dinas kepada penerima PKH. Kiat kedua dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan dan memberhentikan penerimaan PKH atas kelurga yang sudah tidak layak untuk menerima PKH.

“Kita terus melakukan pemutahiran data, nah dari situ kita bisa lihat keluarga mana yang memang sudah bisa dikatakan mampu (tidak memerlukan PKH),” Kata Eka pada Kamis, 08/08/2019.

Eka menjelaskan, dari tahun 2018 sampai 2019 ini penerima PKH di Gunungkidul menurun sebanyak 5.465 Kepala Keluarga (KK). Dari tahun 2018 sebanyak 63.377 KK menjadi 57.912 ditahun 2019.

Sedangkan saat disinggung tentang berapa banyak PKH yang tepat sasaran, Eka tak berkomentar banyak. Ia tidak bisa memastikannya sebab menurutnya data penerima PKH bisa berubah setiap saat.

“Kita tidak bisa pastikan, sebab data bisa berubah kapan saja,” lanjut Eka.

Terpisah Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan, berkaitan dengan PKH, dari jumlah warga miskin di Gunungkidul saat ini belum semua tercover program PKH, maka dari itu ada baiknya mereka yang merasa sudah tidak pantas menerima program PKH sebaiknya mundur sehingga kesempatan itu bisa diberikan kepada warga yang lebih berhak.

“Kesadaran bahwa kita hidup ini terus bekerja dan berusaha sehingga akan mendapatkan hasil, bukan njagakke bantuan Pemerintah,” kata Heri.

Heri juga menegaskan bahwa seharusnya dilakukan pemasangan papan nama atau stiker di setiap rumah penerima PKH, yang memberitahukan bahwa keluarga tersebut merupakan keluarga pemerima PKH.

“Sebenarnya ada stiker yang ditempel di pintu rumah, yang menerangkan bahwa saya keluarga miskin atau apalah. Tapi Gunungkidul tidak memasang itu di rumah penerima PKH,” pungkas Heri. (Agr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here