Desa Budaya Sebagai Magnet Wisata Gunungkidul

Radargunungkidul.com–Pemerintah Gunungkidul melaui Dinas Kebudayaan Gunungkidul terus berupaya mengembangkan potensi desa budaya. Beberapa upaya dilakukan selain untuk pelestarian budaya yang ada, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan, dengan memunculkan potensi budaya yang ada khususnya di bidang ekonomi, secara tidak langsung akan diikuti dengan munculnya pergerakan ekonomi. Yang mana nanti mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Dengan begitu mereka bisa menjual produk kerajinan ataupun kuliner yang mereka miliki,” kata Agus pada Rabu, 07/08/2019.

Lebih luas, dari 15 desa budaya di Gunungkidul secara bertahap akan di giring untuk mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia pariwisata. Adapun cara yang ditempuh adalah memunculkan potensi budaya yang ada mulai dari adat dan tradisi, kesenian, permainan tradisional hingga kuliner di Gunungkidul.

“Gunungkidul itu kan marak tempat Pariwisata, kenapa tidak kita buat saja misalnya wisata kebudayaan,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, pihaknya kini tengah melirik beberapa desa budaya yang sudah terbentuk untuk dikembangkan potensinya menjadi desa wisata budaya.

“Sehingga nanti di Gunungkidul tidak hanya wisata alam saja, tapi juga wisata budaya,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Supartono mengatakan, beberapa desa budaya yang ada di Gunungkidul adalah merupakan desa wisata. Selain destinasi, budaya merupakan sebagai salah satu daya tarik atraksi wisata yang juga diunggulkan di samping daya tarik alam dan buatan.

“Arah pengembangannya adalah untuk lebih meningkatkan lama tinggal wisatawan,” ujar Partono.

Upaya Dispar dalam menerapkan unsur kebudayaan yaitu dengan penyelenggaraan event budaya di lokasi destinasi wisata. (Agr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here