Sekolah Ini Catat Rekor dengan Jumlah Siswa Paling Sedikit se- Gunungkidul

Radargunungkidul.com –  Udara dingin pagi tak menyurutkan semangat anak anak di SDN Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen berangkat sekolah.  Tahun ajaran baru 2019-2020 di sekolah tersebut ada kabar baru, yakni sama sekali tak ada siswa mendaftar.

Sekolah dasar  yang berdiri sejak tahun 1980 didirikan hanya untuk Dusun Wonolagi, Semua siswa berasal dari wilayah setempat. Lokasi terpencil membuat masyarakat di luaran enggan menyekolahkan anak di lembaga pendidikan tersebut. Sekarang total murid hanya 11 orang terdiri dari kelas II 4 murid, kelas III 3 murid, dan kelas IV 4 murid.

“Dan tahun ini kelas satu kembali kosong, tidak ada pendaftar,” kata Kepala Pengampu SDN Wonolagi Karitas Mardiyanti Spd.Mmd. Selasa 16/07/2019.

Menurut dia, keadaan ini sudah berlangsung sejak sekolah pertama kali dibuka. Bahkan waktu itu sempat ada regrouping pada tahun 2015-2016. Namun setelah ada kunjungan dari Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, SDN Wonolagi tidak lagi di regrouping.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SDN Wonolagi Jumaidah mengatakan, saat berkunjung tahun 2017, Sultan berpesan apapun yang terjadi SDN Wonolagi harus tetap berdiri meski hanya ada satu siswa yang bersekolah.

“Jadi, tahun 2015 sampai 2016 itu sempat ditutup karena tidak ada siswa,” kata Jumaidah.

Diampu oleh 3 Guru kelas dan 1 Guru agama, SDN Wonolagi mampu bertahan hingga 2019 dengan rekor jumlah siswa terbanyak 15 murid. Oleh karenannya, fenomena kekosongan kelas sebenarnya sudah biasa.

Para guru pengajar sepanjang tahun juga datang silih berganti. Salah satunya Marsudiyanti yang saat ini mengampu SDN Wonolagi juga mengajar SD N Ngleri. Sebelum Marsudiyanti pada tahun 2008 SDN Wonolagi sempat memiliki Kepsek sendiri yaitu Mugiyono Spd., tahun 2009 Maksum Spd., tahun 2013 Endarto Spd., tahun 2014 diampu oleh Supriyadi hingga terjadi regrouping.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memastikan belum ada wacana regrouping SD N Wonolagi ke sekolah lain. “Meskipun jumlah siswanya paling sedikit se-Gunungkidul,” kata Bahron Rasyid. (Agr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here