Tingkatkan Debit Air jadi 4 Liter Perdetik


UNTUK RAKYAT – TNI dari Kodim 0730 Gunungkidul menuruni sumber air di Luweng Pulejajar Desa Jepitu, Girisubo. Rencanannya, sumber air di dalamnya tahun ini dimaksimalkan untuk keperluan masyarakat

Radargunungkidul.com – Ditengah paceklik air bersih, warga yang tinggal di zona merah mulai memiliki spirit baru. Bersama dengan TNI, dan komunitas sosial, potensi air bawah tanah dimaksimalkan.

Seperti keberadaan sumber air  Luweng Pulejajar Desa Jepitu, Girisubo. Semula belum termanfaatkan secara optimal. Potensi air saat musim hujan bisa mencapai 150 liter per detik. Sedang pada saat kemarau, kapasitas pada kisaran 50 liter per detik.

“Tapi selama ini potensi air yang diangkat baru mencapai 1,18 liter per detik,” kata pegiat Komunitas Merangkul Bumi (Kombi), Rubiyanto saat ditemui akhir pekan lalu.

Nah, sekarang ada upaya menambah kapasitas produksi air dilakukan dengan saluran pipa ukuran tiga inch ke dalam gua. Diharapkan dengan tambahan pipa ini, debit air bisa ditingkatkan lagi. “Dari 1,18 liter per detik menjadi empat liter per detik,” ujanrya.

Dia mengatakan, sekarang prosesnya sudah dimulai dan pemasangan isntalasi melibatkan relawan dari lintas sektoral. Mulai dari masyarakat pecinta alam, mahasiswa dan TNI.

“Jadi, fasilitas pipa sepanjang 1,2 kilometer akan dipasang di dekat pipa lama. Harapannya, dengan pipa ukuran lebih besar air dapat keluar lebih masksimal,” ucapnya

Menurutnya, di wilayah Jepitu sudah ada instalasi PDAM. Namun tidak semua warga berlangganan. Selama ini pelanggan juga sering mengeluh karena aliran air perusahaan plat merah tidak selalu lancar.

“Semoga upaya peningkatan kapasitas air ini berjalan dengan baik sehingga mampu mencukupi kebutuhan air bagi 1.200 kepala keluarga di Jepitu,” terangnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Noppi Laksana Armiyanto mengaku berkomitmen untuk membantu mengatasi krisis air bersih. Terbaru, ada program bantuan pengangkatan air di sumber Pulejajar, Girisubo.

“TNI memberikan pipa ukuran tiga inch sepanjang 1,2 kilometer, bantuan logistik dan alat keamanan untuk menuruni gua,” kata Noppi.

Bahkan, anggota korps baju doreng juga diturunkan ikut kerja bakti setiap akhir pekan. Dia berharap dalam waktu empat bulan semua instalasi selesai dipasang. Pengangkatan air memanfaatkan gravitasi.

“Mudah-mudahan sukses dan bisa mengaliri air ke desa-desa di wilayah Girisubo,” ucapnya. (Ist)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here